Senin, 13 Juni 2011

Seputar Makanan

 

Membaca basmalah dan hamdalah
1. Dari Umar bin Salamah ra., ia berkata: Rasulullah SAW,bersabda: “Sebutlah nama Allah (bacalah basmalah), danmakanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah dari makanan yang dekat dengan kamu.” (HR. Bukhari danMuslim)

2. Dari Aisyah ra., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda:
“Apabila salah seorang diantara kalian makan, hendaklah ia menyebutkan nama Allah Ta’ala. Apabila lupa menyebut nama-Nya sewaktu memulai makan, hendaklah ia membaca:
“BISMILAHI AWWALAHU WA AKHIRAHU”(Dengan menyebut nama Allah pada permulaan dan penghabisan makan)!” (HR.Abu Daud dan Tirmidzi)

3. Dari Jabir ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW,
bersabda: “Apabila seseorang masuk ke rumahnya, lalu
berdzikir kepada Allah Ta’ala ketika ia masuk, dan sewaktu makan, maka setan berkata (kepada temannya): ‘Kamu tidak bisa ikut masuk dan kamu tidak bisa ikut makan.’ Dan apabila
seseorang tidak berdzikir kepada Allah Ta’ala ketika masuk rumahnya, maka setan berkata: ‘kamu dapat mengikutinya masuk.’ Dan apabila seseorang tidak berdzikir kepada Allah
Ta’ala sewaktu makan, maka setan berkata (kepada temannya): ‘Kamu bisa ikut makan dan bisa ikut masuk.’” (HR. Muslim)

4. Dari Hudzaifah ra., ia berkata: Apabila kami makan bersama Rasulullah SAW, kami tidak berani meletakkan tangan ke tempat makanan sebelum Rasulullah SAW, meletakkannya
terlebih dahulu. Suatu saat, ketika kami akan makan bersama beliau, tiba-tiba datanglah seorang wanita tergesa-gesa, seakan-akan ada sesuatu yang mendorongnya. Ia langsung
meletakkan tangannya ke tempat makanan, tetapi Rasulullah SAW, memegang tangannya. Kemudian datanglah seorang Badui terburu-buru seakan-akan ada sesuatu yang mendorongnya. Ia langsung meletakkan tangannya ke tempat makanan, maka dengan cepat Raslullah SAW, memegang tangannya, seraya bersabda: “Sesungguhnya setan itu
merebut makanan yang tidak disebut nama Allah.

Sesungguhnya setan datang bersama-sama wanita ini untuk merebut makanan, maka aku pegang tangannya. Kemudian ia datang bersama-sama orang Badui ini untuk merebut
makanan, maka kau pegang tangannya. Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya tangan setan ini saya pegang bersama-sama kedua tangan orang ini.” Kemudian Rasulullah menyebut nama Allah Ta’ala dan memulai makan.” (HR. Muslim)

5. Dari Umayya bin Makhsyiy Ash-Shahabiy ra., ia berkata:
“Ketika Rasulullah SAW, duduk ada seseorang makan tanpa menyebut nama Allah, sehingga hampir habis makanannya, hanya tinggal sesuap. Ketika ia akan menyuapkan ke
mulutnya ia membaca: BISMILAHI AWWALAHU WA AKHIRAHU.” Melihat yang demikian Nabi SAW, tersenyum dan bersabda: “Setan itu selalu makan bersamanya, namun ketika
ia menyebut nama Allah, maka setan itu memuntahkan apa yang ada dalam perutnya.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

6. Dari Aisyah ra., ia berkata: Ketika Rasulullah SAW, sedang makan bersama enam orang sahabatnya, seorang Badui datang dan makan sebanyak dua kali suapan. Kemudian
Rasulullah SAW, bersabda: “Seandainya ia menyebut nama Allah, niscaya mkanan itu cukup untuk kallian.” (HR. Tirmidzi)

7. Dari Abu Umamah ra., ia berkata: Apabila Nabi SAW, mengangkat hidangannya, beliau membaca: ‘ALHAMDU LILLAAHI HAMDAN KATSIIRAN THAYYIBAN MUBAARAKAN
FIIHI GHAIRA MAKFIYYIN WALAA MUSTAGHNAN ‘ANHU RABBANAA’(Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan baik serta penuh berkah yang tiada terbalas dan sangat
dibutuhkan, wahai Tuhan kami).” (HR. Bukhari)

8. Dari Muadz bin Anas ra., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda: “Siapa saja yang telah makan, kemudian membaca: ‘ALHAMDULILLAAHI ATH ‘AMANII HAADZAA WARAZAQINIIHI MIN GHAIRI HAULIN MINNII WALAA QUWWATIN’(Segala puji bagi Allah, Zat yang telah memberi makanan ini kepada saya, dan telah mengkaruniakan rezeki dengan tiada daya dan kekuatan dari diri saya), maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Abu Daud
dan tirmidzi)

Dilarang mencela makanan
1. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah tidak pernah mencela makanan. Apabila beliau menyukainya, beliau memakannya, dan apabila tidak menyenanginya, maka
meninggalkan makanan itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Dari Jabir ra., ia berkata: Nabi SAW, pernah menanyakan lauk kepada keluarganya, kemudian mereka menjawab: “Kami tidak mempunyai apa-apa selain cuka.” Maka beliau meminta cuka itu, dan makan berlauk cuka, seraya bersabda: “Sebaikbaik
lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.” (HR.Muslim)

Sikap orang yang berpuasa
1. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda:
“Apabila salah seorang diantara kalian diundang, hendaklah ia menghadirinya. Jika ia sedang berpuasa, hendaklah ia mendoakan, dan jika tidak berpuasa hendaklah ia makan.”
(HR. Muslim)

Sikap orang yang diundang makan
2. Dari Abu Mas’ud A-Badriy ra., ia berkata: “Ada seseroang mengundang Nabi SAW, untuk jamuan makan yang disiapkan bagi lima orang, kemudian ada seseorang yang mengikuti
mereka. Ketika sampai di muka pintu, Nabi SAW, menjelaskan kepada orang yang mengundangnya: “Sesungguhnya orang ini mengikuti kami, maka terserah kamu. Apabila kamu suka, izinkanlah orang ini, apabila tidak, biarlah orang ini pulang!” Orang yang mengundang itu berkata: “Wahai Rasulullah, saya mengizinkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adat makan
1. Dari Umar bin Abu Salamah ra., ia berkata: “Waktu kecil, saya diasuh Rasulullah SAW, dan pernah mengulurkan tangan untuk mengambil makanan yang terletak di piring, kemudian
beliau bersabda kepada saya: “Wahai anak muda, sebutlah nama Allah Ta’ala serta makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari makanan yang dekat dengan kamu!” (HR.
Bukhari dan Muslim)

2. Dari Salamah bin Al-Akwa ra., ia berkata: Ada seseorang makan di hadapan Rasulullah SAW, dengan menggunakan tangan kirinya, kemudian beliau bersabda: “Makanlah dengan
tangan kananmu!” Ia menjawab: “Saya tidak bisa.” Beliau bersabda: “Kamu tidak bisa, karena kesombonganmu.” Setelah itu orang tersebut tidak bisa mengangkat tangannya
ke mulut.” (HR. Muslim)

Larangan makan kurma atau sejenis dua butir sekaligus
1. Dari Jabalah bin Suhaim, ia berkata: “Kali tertentu, kami bersama dengan Ibnu Zubair mengalami musim paceklik. Tiba-tiba kami mendapatkan rezeki kurma. Waktu Abdullah
bin Umar ra., lewat, ia mendapati kami sedang makan kurma. Kemudian ia berkata: “Janganlah kalian makan dua butir kurma atau lebih sekaligus! Sesungguhnya Nabi SAW, melarang untuk makan dua butir kurma atau lebih sekaligus.” Kemudian ia berkata lagi: “Kecuali orang itu minta izin kepada kawannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

MEMPERBANYAK KAWAN DISAAT MAKAN
1. Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW, bersabda: “Makanan dua orang cukup untuk tiga orang, dan makanan tiga orang cukup untuk empat orang.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Dari Jabir ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW,
bersabda: “Makanan satu orang cukup untuk dua orang, makanan dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan empat orang itu cukup untuk delapan orang.” (HR. Muslim)


Sumber  : sufi road

Tidak ada komentar:

Posting Komentar